Tampilkan postingan dengan label Dutch Creativity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dutch Creativity. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2012

Menyihir Dunia lewat Bunga Tulip

Ajaib dan menakjubkan! Mungkin itulah kata-kata yang bisa mewakili Belanda sebagai negeri Tulip. Bagaimana tidak ajaib, wilayah Belanda yang berada di bawah permukaan laut bisa membudidayakan tulip dengan sempurna, padahal di daerah asalnya yaitu Turki, bunga tulip hanya tumbuh di daerah pegunungan. Dan yang menakjubkan adalah hanya dengan berbekal bunga tulip, Belanda menjadi pengekspor terbesar ke-3 di dunia! Luar biasa!



Berawal dari penelitian oleh seorang peneliti botani dari Universitas Leiden bernama Carolus Clusius pada abad ke-16. Ia berhasil membuat bunga tulip tumbuh berkembang dengan baik di daerah yang berada di bawah permukaan laut itu. Bahkan ia juga berhasil melakukan rekayasa yang menghasilkan tulip dengan berbagai variasi warna yang cantik.

Carolus Clusius


Pada abad ke-17 keindahan bunga tulip semakin ramai dibicarakan seluruh negeri. Pecinta tulip mengumpulkan dan bereksperimen memilih tulip dan memunculkan jenis baru. Apalagi setelah tumbuh jenis tulip langka akibat virus mozaik membuat orang bersaing untuk mendapatkannya. Harga tulip menjadi sangat mahal. Bahkan ada beberapa jenisnya yang seharga dengan rumah.

Tahun 1635, satu set bunga tulip berisi 40 tangkai dihargai hingga 10000 florin, melebihi jumlah gaji kalangan menengah yang hanya 150 florin. Seakan saat itu dunia tengah dilanda demam tulip, tahun 1636 bunga tulip menembus bursa saham dan merupakan tujuan investasi yang paling diminati. Banyak yang rela menjual rumah, tanah, dan harta mereka hanya untuk berinvestasi dengan bunga ini.


Seiring berjalannya waktu, peneliti Belanda terus berinovasi guna mempertahankan gelar mereka sebagai negeri tulip dan surga bunga dunia. Mereka semakin menguasai efesiensi lahan yang cocok dan sistem pengairan tepat untuk bunga tulip mereka, juga mengatasi masalah emisi karbon pada rumah kaca bunga tulip yang disebut berpotensi tidak ramah lingkungan, dengan membuat rumah kaca baru yang mampu menyimpan panas pada saat musim panas untuk digunakan pada musim dingin. Caranya dengan mengubah panas menjadi listrik.

Maka dari itu, peminat bunga tulip Belanda hingga kini masih sangat banyak. Bunga tulip juga akhirnya menjadi tulang punggung ekonomi Belanda, yang bisa meraup devisa lebih dari US $2,4 milyar dari ekspor langsung, dan mencapai US $13 hingga US $20 jika ditambah dengan sistem lelang. Setiap tahunnya sejumlah uang bernilai lebih dari 4 milyar euro atau sekitar 54,3 trilyun rupiah terus berputar di Belanda hanya dengan bisnis bunga tulip ini!

Belanda semakin dijuluki sebagai pangsa pasar tanaman dunia lewat festival bunga yang mereka adakan tiap tahun. Bunga tulip bermekaran mulai dari bulan Maret-Agustus. Dan tahun 2011 lalu merupakan panen raya bunga tulip yang spektakuler!





Puluhan ribu wisatawan berbondong-bondong ke Belanda untuk melihat festival bunga-bunga yang cantik ini.











Referensi :



Jumat, 04 Mei 2012

Pesona Seni Negeri Kincir Angin Belanda

Tahukah kamu? Meskipun negeri ini luas wilayahnya relatif kecil dan sempit, tetapi mereka memiliki SDM yang begitu kreatif. Masyarakatnya dikenal rajin, mempunyai semangat dan keuletan yang tinggi. Contoh, pernahkah terpikirkan olehmu "Kok bisa hanya dengan membudidayakan bunga tulip, mereka bisa menjadikannya sebagai komoditi ekspor yang menjanjikan? Padahal bunga tulip hanyalah bunga liar dari pegunungan".

Atau keberhasilan mereka mengatasi masalah wilayahnya yang sebagian tanahnya berada di bawah permukaan air laut dengan menggunakan kincir angin. Keberhasilan mereka membuat Belanda semakin terkenal di kancah internasional dengan berbagai sebutan kesuksesannya. Seperti negeri kincir angin, negeri tulip, negeri keju, dan lain-lain.

Bunga Tulip di Belanda
Kincir Angin Belanda


Bahkan di dunia seni, Belanda juga tetap mengibarkan benderanya. Karya seni Belanda termasuk yang diminati oleh kalangan pecinta seni dunia, utamanya Perancis. Beberapa waktu lalu Perancis sempat kewalahan ketika karya seni Belanda membanjiri negeri fashion tersebut. Seharinya ada 4000 pecinta seni yang terus mendatangi museum-museum Perancis untuk melihat karya seni Belanda, bahkan saking banyaknya pengunjung, Perancis harus rela membuka museumnya hingga malam hari.

Karya seni Belanda memang sudah mulai terkenal di dunia mulai abad ke-17. Pada abad itu karya seni Belanda, terutama seni lukis, berada pada masa kejayaannya sehingga disebut 'Abad Keemasan Seni Lukis'. Saat itu hadir seniman Belanda bernama Rembrandt Van Rijn dengan ciri khas teknik lukisnya yaitu teknik pencahayaan, detail lukisan, dan pewarnaannya yang sangat indah. Banyak bangsawan-bangsawan Belanda yang ingin dilukis oleh Rembrandt, sehingga ia disebut 'The Most Wanted Painter' di Eropa. Kepopuleran Rembrandt ini membuat Belanda dikenal sebagai pusat seni Eropa.

Self potrait by Rembrandt
The Storm on the sea of Galilee by Rembrandt


Seniman Belanda generasi selanjutnya yang terkenal di dunia adalah Vincent Van Gogh, seorang seniman lukis beraliran ekspresionisme. Lukisan-lukisannya menarik, bagus dan sangat mahal. Lukisannya yang berjudul 'Cafe Terrace at Night' menempati urutan ke-enam sebagai lukisan paling terkenal di dunia. Bahkan lukisan lainnya yang berjudul 'Starry Night' berhasil menempati posisi ke-dua!

Vincent Van Gogh


Cafe Terrace at Night

Starry Night




Perkembangan karya seni Belandapun terus berkembang hingga saat ini. Tidak hanya indah, unik, dan menarik, tapi juga canggih!

Adalah Peter Westerlink, seorang seniman kreatif Belanda masa kini yang menciptakan seni 3D jalanan, yaitu seni lukis tiga dimensi yang bisa dilukis dimana saja, bahkan di jalan beraspal sekalipun! Lukisan 'Terracota De Army' adalah salah satu karyanya yang dibuat di Florida dan meramaikan Sarasota Chalk Festival yang tengah digelar waktu itu. Dan karyanya itu mendapat penghargaan dari Guinness World Record.

Terracota De Army


Karya seni Belanda lainnya yang begitu canggih adalah pembuatan awan dalam ruangan tertutup oleh Berndnaut Smildeas yang diperkenalkan awal tahun 2012. Merupakan kombinasi dari mesin uap, kelembaban suhu ruangan, dan pencahayaan dramatis membuat si 'Nimbus II 2012' ini benar-benar seperti awan sungguhan!




Terobosan membuat awan dalam ruangan ini, membuat seniman Belanda lainnya terus terpacu untuk menciptakan karya seni lainnya yang tidak hanya indah, tapi juga canggih. Seperti rencana seorang seniman ini yang akan memadukan karya seni dengan desain penggunaan Energi terbaru Belanda untuk membuat patung es di gurun Sahara!




Sungguh negeri kecil dengan pesona kreativitas tiada habis, Belanda :)





Referensi :



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...