Versi saya, masih ada sekitar 30-an versi lainnya.
Dahulu kala, dari wilayah timur tengah, terdapat seorang rakyat yang tidak biasa. Bukan karena ia memiliki ilmu sihir, bisa terbang, atau kaya raya. Tetapi pria ini memiliki akal yang amat cerdik. Kata-katanya sederhana, polos, terkesan tidak serius, tapi apa yang ia ucapkan selalu berlogika dan masuk akal!
Ini bukan kisah Abu Nawas, ini Syekh Juha. Mirip siih~
Suatu hari, Syekh Juha, pria cerdik dari Arab Saudi ini tengah kesulitan biaya untuk menafkahi keluarga kecilnya. Ia pun memberanikan diri untuk meminjam uang kepada rentenir di daerahnya.
"Wahai Saudaraku yang memiliki banyak harta. Bisakah aku meminjam sekeping uang emas darimu? Aku membutuhkannya untuk menafkahi keluargaku." Pinta Syekh Juha.
"Hmm. Kapan kiranya kau bisa kembalika uangku beserta anak dari uang yang kau pinjam? Hahaha." Tantang sang rentenir. Ia sedikit meremehkan Syekh Juha, bahkan segera menanyakan kesepakatan pengembalian pinjaman beserta bunganya.
"Sebulan lagi saya datang kembali untuk mengembalikan uangmu beserta anaknya, Saudaraku." Ucap Syekh Juha dengan lantangnya.
Mendengar jawaban syekh tersebut, sang rentenir pun akhirnya mau meminjamkan sekeping uang emas.
Sebulan pun berlalu, sesuai janjinya, Syekh Juha mendatangi sang rentenir untuk mengembalikan sekeping uang emas yang ia pinjam, dan tidak lupa anak dari pinjaman, satu keping uang perak. Rentenir itu senang uangnya kembali, apalagi ditambah perak yang ia dapatkan.
